Laporan Akhir 1
Percobaan 1
- Siapkan software Proteus yang telah terinstal pada komputer, kemudian buka aplikasi untuk membuat proyek simulasi baru.
- Pilih menu New Project, beri nama proyek sesuai kebutuhan, lalu pilih penyimpanan file proyek. Setelah itu lanjutkan hingga masuk ke halaman schematic capture.
- Tambahkan komponen yang diperlukan dengan memilih menu Pick Devices, kemudian cari dan masukkan komponen seperti STM32F103C8, sensor heartbeat (atau sumber sinyal analog sebagai pengganti sensor), LED merah, LED kuning, LED hijau, resistor 220 Ω, buzzer, push button, potensiometer 10 kΩ, terminal VCC, dan GND.
- Letakkan semua komponen pada lembar kerja Proteus sesuai posisi yang diinginkan agar rangkaian mudah dibaca dan rapi.
- Hubungkan pin VDD dan VDDA pada STM32 ke sumber 3,3 V, sedangkan pin VSS dan GND dihubungkan ke ground. Hal ini bertujuan agar mikrokontroler memperoleh catu daya yang sesuai.
- Hubungkan output sensor heartbeat ke salah satu pin ADC STM32, misalnya pin PA0, lalu sambungkan pin VCC sensor ke 3,3 V dan GND ke ground. Jika tidak ada sensor heartbeat di Proteus, dapat menggunakan potensiometer sebagai simulasi perubahan sinyal analog.
- Pasang tiga LED sebagai indikator keluaran. Hubungkan masing-masing LED ke pin output STM32 melalui resistor 220 Ω, misalnya LED hijau ke PB0, LED kuning ke PB1, dan LED merah ke PB2. Kaki LED lainnya dihubungkan ke ground.
- Hubungkan buzzer ke salah satu pin output STM32, misalnya PB10, lalu kaki lainnya ke ground agar dapat aktif saat diberikan logika HIGH oleh mikrokontroler.
- Pasang push button ke pin input digital STM32, misalnya PA1, sebagai tombol kontrol atau reset sistem. Gunakan resistor pull-up/pull-down jika diperlukan.
- Setelah rangkaian selesai, buka STM32CubeIDE untuk membuat program mikrokontroler. Pilih tipe mikrokontroler STM32F103C8Tx, lalu atur pin ADC, GPIO output LED, buzzer, dan input tombol sesuai koneksi pada Proteus.
- Tuliskan program pada file
main.cagar STM32 membaca data sensor heartbeat, menghitung BPM, lalu menyalakan LED sesuai kondisi denyut jantung. Jika nilai BPM terlalu rendah atau terlalu tinggi, buzzer akan aktif sebagai alarm. - Lakukan Build Project pada STM32CubeIDE hingga menghasilkan file program berekstensi .hex atau .elf.
- Kembali ke Proteus, klik dua kali komponen STM32F103C8, lalu pada bagian Program File pilih file
.hexhasil kompilasi dari STM32CubeIDE. - Atur nilai clock mikrokontroler sesuai program, misalnya 72 MHz jika menggunakan konfigurasi default STM32F103C8.
- Klik tombol Run Simulation untuk menjalankan simulasi rangkaian.
- Ubah nilai potensiometer atau input sensor heartbeat untuk mensimulasikan perubahan denyut jantung. Perhatikan perubahan LED dan buzzer sesuai logika program.
- Jika LED hijau menyala berarti kondisi normal, LED kuning menandakan waspada, dan LED merah serta buzzer aktif menandakan kondisi bahaya.
- Apabila simulasi belum berjalan sesuai keinginan, periksa kembali koneksi pin, catu daya, file program, serta konfigurasi pin pada STM32CubeIDE.
2. Hardware dan Diagram Blok[Kembali]
Instrumentasi / Alat
Komponen / Bahan
- STM32F103C8 (Blue Pill) — Mikrokontroler berbasis ARM Cortex-M3, beroperasi pada 3.3V dengan 32 pin GPIO dan clock speed 72 MHz.
Spesifikasi:
- Microcontroller Core : ARM Cortex-M3
- Operating Voltage : 3.3V
- Input Voltage (recommended) : 5V
- Input Voltage (limit) : 2.0V – 3.6V
- Digital I/O Pins : 32 pin
- PWM Digital I/O Pins : 15 channel
- Analog Input Pins : 10 channel (ADC 12-bit)
- DC Current per I/O Pin : 25 mA
- DC Current for 3.3V Pin : 150 mA
- Flash Memory : 64 KB
- SRAM : 20 KB
- Clock Speed : 72 MHz
- Komunikasi : USART, SPI, I²C, USB, CAN
- Pemrograman : SWD, JTAG, USART Bootloader
- Buzzer — Komponen output audio sebagai alarm/peringatan.
Spesifikasi:
- Tipe : Active Buzzer (osilator internal)
- Tegangan Operasi : 3.5V – 5.5V DC
- Tegangan Rated : 5V DC
- Konsumsi Arus : < 30 mA
- Frekuensi Suara : 2300 ± 300 Hz
- Sound Pressure Level (SPL) : ≥ 85 dB (pada 10 cm)
- Operating Temperature : -20°C hingga +70°C
- Dimensi : 12mm × 9.5mm
- Sambungan : 2 pin (+ dan -)
- Resistor — Komponen pembatas arus (1k ohm).
Spesifikasi (Resistor 100 ohm, 1/4 Watt):
- Nilai Resistansi : 100 Ω (coklat-hitam-coklat)
- Toleransi : ±5% (gelang emas)
- Daya Maksimum : 0.25 Watt (1/4 W)
- Tegangan Maksimum : 250V
- Suhu Operasi : -55°C hingga +155°C
- Material : Carbon Film
- Sensor Heartbeat
Pulse Sensor Features and Specifications
- Biometric Pulse Rate or Heart Rate detecting sensor
- Plug and Play type sensor
- Operating Voltage: +5V or +3.3V
- Current Consumption: 4mA
- Inbuilt Amplification and Noise cancellation circuit.
- Diameter: 0.625”
- Thickness: 0.125” Thick
- Push Button
Spesifikasi Teknis Push Button Switch
Karakteristik Listrik
Rating Tegangan (Voltage): Menunjukkan batas maksimum tegangan yang bisa ditangani, misalnya 12V DC atau 250V AC.
Rating Arus (Current): Menunjukkan seberapa besar arus yang bisa dialirkan tanpa merusak kontak, biasanya berkisar antara 1A hingga 5A.
Tipe Kontak: Bisa NO (Normally Open), NC (Normally Closed), atau kombinasi keduanya (SPDT / Single Pole Double Throw).
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]
4. Flowchart dan Listing Program[Kembali]
- Flowchart
- Listing Program
File Tugas Pendahuluan(.Zip) [Klik Disini]
Video Simulasi [Klik Disini]
Video Demo [Klik Disini]
Download Datasheet Resistor (klik disini)
Download Datasheet STM32F103C8T6 [Klik Disini]
Download Datasheet Sensor Suhu Lm35 [Klik Disini]
Download Datasheet Kipas DC [Klik Disini]
Download Datasheet Push Button [Klik Disini]
Download Datasheet Motor Driver l298N [Klik Disini]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar