Chapter 11 ( Counters and Registers)
Dalam dunia elektronika digital, counter merupakan salah satu rangkaian logika yang sangat penting karena berfungsi untuk menghitung pulsa-pulsa clock secara otomatis. Counter digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi seperti sistem waktu digital, alat ukur, pengatur waktu (timer), dan pengendali proses otomatis.
Terdapat berbagai jenis counter, salah satunya adalah synchronous counter, di mana semua flip-flop di dalamnya dipicu secara serempak oleh sinyal clock yang sama. Hal ini membuat synchronous counter lebih cepat dan akurat dibandingkan asynchronous counter karena menghilangkan efek delay propagasi antar flip-flop.
Salah satu bentuk dasar dari counter sinkron adalah four-bit synchronous counter, yang terdiri dari empat flip-flop dan mampu menghasilkan 16 kombinasi keadaan biner (2⁴ = 16). Rangkaian ini sering digunakan sebagai dasar dalam membangun sistem penghitung biner yang lebih kompleks. Penyusunan skematik counter juga menjadi langkah penting dalam memahami cara kerja internal logika digital dan bagaimana sinyal dikendalikan serta disusun dalam suatu sistem digital.
- Mampu Membuat Rangkaian Counter schematic dan Four-bit synchronous counter.
- Memahami Fungsi Komponen pada rangkaian Counter schematic dan Four-bit synchronous counter.
- Mengetahui Prinsip Kerja dari Rangkaian Counter schematic dan Four-bit synchronous counter.
- IC 74LS7
IC 74LS76 adalah Dual J-K Flip-Flop dengan Preset dan Clear, yang berarti ia merupakan chip tunggal yang menampung dua buah flip-flop J-K yang beroperasi secara independen. Fungsi utamanya adalah sebagai elemen memori satu bit yang dapat menyimpan nilai logika (0 atau 1) dan mengubah keadaannya berdasarkan kombinasi masukan J, K, dan pulsa clock. Dengan fitur Preset dan Clear asinkron, IC ini juga memungkinkan pengaturan awal (ke 1) atau penghapusan (ke 0) outputnya secara instan tanpa menunggu clock. Karena kemampuannya untuk beroperasi dalam mode toggle (ketika J=K=1), 74LS76 sangat sering digunakan sebagai blok bangunan fundamental dalam rangkaian counter (penghitung) untuk menghitung pulsa, serta dalam register geser (shift registers) untuk memindahkan data secara serial.
- Gerbang AND
- Logic State
1) Figure 11.7 Counter schematic, example 11.5
Pada rangkaian ini:
FF0 (LSB): Menerima sinyal Clock Input secara langsung. Karena J dan K-nya adalah '1', FF0 akan toggle pada setiap transisi clock, efektif membagi frekuensi clock input menjadi dua.
FF1: Menerima clock dari keluaran Q0 dari FF0. Ini berarti FF1 akan toggle setiap kali Q0 berubah dari HIGH ke LOW (atau sebaliknya, tergantung pemicunya). Akibatnya, FF1 akan membagi frekuensi output FF0 dengan dua lagi, menghasilkan frekuensi 1/4 dari Clock Input.
FF2: Menerima clock dari keluaran Q1 dari FF1, membagi frekuensi menjadi 1/8.
FF3 (MSB): Menerima clock dari keluaran Q2 dari FF2, membagi frekuensi menjadi 1/16
2) Figure 11.9 Four-bit synchronous counter.
Rangkaian ini adalah jenis counter sinkron, yang menghitung pulsa clock secara serentak. Ciri utamanya adalah semua flip-flop (FF0-FF3) menerima sinyal clock yang sama secara paralel. Setiap flip-flop J-K dikonfigurasi untuk toggle (jika J=K=1), namun kondisi J dan K dikontrol oleh gerbang AND yang bergantung pada status output flip-flop sebelumnya (Q0,Q1,Q2).
FF0 (LSB): J dan K selalu '1', sehingga selalu toggle pada setiap pulsa clock.
FF1: J dan K = Q0, sehingga toggle hanya jika Q0 HIGH.
FF2: J dan K = , sehingga toggle hanya jika Q0 dan Q1 keduanya HIGH.
FF3 (MSB): J dan K = , sehingga toggle hanya jika Q0, Q1, dan Q2 semuanya HIGH.
Secara kolektif, output Q0,Q1,Q2,Q3 membentuk hitungan biner dari 0000 hingga 1111 (0-15 desimal). Keuntungan utama counter sinkron adalah perubahan output yang serentak, mengurangi penundaan propagasi dan memungkinkan operasi pada frekuensi tinggi.
Dalam dunia sistem digital, counter atau penghitung merupakan salah satu jenis rangkaian logika sekuensial yang memiliki peran penting dalam menghitung kejadian, menyimpan jumlah pulsa clock, dan mengatur urutan proses dalam berbagai aplikasi. Counter bekerja berdasarkan pulsa-pulsa clock yang masuk, dan menghasilkan output biner yang mencerminkan jumlah pulsa yang telah diterima. Rangkaian ini sering dijumpai pada alat ukur digital, jam digital, pembagi frekuensi, hingga sistem kontrol otomatis dan komputer digital.
Pada dasarnya, counter dibangun dari beberapa flip-flop, yang masing-masing berfungsi menyimpan satu bit data biner. Kumpulan flip-flop ini disusun dalam skema tertentu sesuai kebutuhan jumlah bit yang ingin dihitung. Desain atau counter schematic menampilkan konfigurasi internal counter, termasuk koneksi antar flip-flop, jalur input clock, dan sinyal kontrol seperti reset atau enable. Dalam skema tersebut, terlihat bagaimana sinyal clock disalurkan ke flip-flop, serta bagaimana output antar flip-flop saling mempengaruhi dalam membentuk urutan bilangan biner yang tepat.
Counter dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan cara penerimaan clock: counter asinkron (ripple counter) dan counter sinkron (synchronous counter). Pada counter asinkron, hanya flip-flop pertama yang menerima sinyal clock secara langsung, sementara flip-flop berikutnya dikendalikan oleh output dari flip-flop sebelumnya. Akibatnya, terjadi delay propagasi yang bisa mempengaruhi ketepatan waktu, terutama dalam sistem yang membutuhkan respons cepat.
Sebaliknya, synchronous counter dirancang agar semua flip-flop menerima sinyal clock secara serempak, langsung dari sumber yang sama. Hal ini menghilangkan delay antar flip-flop, sehingga transisi antar keadaan biner menjadi lebih cepat dan stabil. Salah satu contoh umum adalah four-bit synchronous counter, yang terdiri dari empat buah flip-flop dan mampu menghitung dari 0 hingga 15 (0000 sampai 1111 dalam biner). Pada setiap pulsa clock yang masuk, counter ini akan menambah atau mengurangi nilai biner output tergantung jenisnya (up/down). Dalam desainnya, digunakan logika tambahan seperti gerbang AND untuk menentukan kapan flip-flop tertentu harus berubah status berdasarkan kondisi flip-flop sebelumnya.
Kelebihan dari four-bit synchronous counter terletak pada kecepatan dan akurasi outputnya. Karena seluruh flip-flop dikendalikan oleh clock yang sama, maka seluruh bit akan berubah secara bersamaan ketika kondisi terpenuhi, tanpa perlu menunggu perubahan dari flip-flop sebelumnya. Counter ini juga dapat dikembangkan menjadi counter dengan jumlah bit lebih banyak, atau dikombinasikan dengan decoder untuk mengendalikan tampilan digital, LED, atau perangkat output lainnya.
Secara keseluruhan, pemahaman tentang counter schematic dan implementasi four-bit synchronous counter sangat penting dalam perancangan sistem digital modern. Melalui pemahaman ini, kita dapat membangun rangkaian penghitung yang efisien, akurat, dan dapat diandalkan untuk berbagai aplikasi logika digital.
1) Sebuah rangkaian four-bit synchronous counter dirancang menggunakan empat flip-flop JK yang dikendalikan oleh satu clock bersama (sinkron). Setiap flip-flop mewakili satu bit: Q0 (LSB) sampai Q3 (MSB). Semua flip-flop diberi sinyal clock yang sama, dan aktif tinggi.
Konfigurasi Umum:
-
Semua flip-flop di-trigger secara bersamaan oleh clock.
-
Input J = K = 1 untuk semua flip-flop (agar bisa toggle).
-
FF0 (LSB) toggle setiap clock naik.
-
FF1 toggle jika Q0 = 1, FF2 toggle jika Q0 AND Q1 = 1, dan seterusnya.
Urutan Output:
Tambahan Logika Reset:
-
Sebuah gerbang AND digunakan untuk mendeteksi ketika output = 1010 (Q3 = 1, Q1 = 1).
-
Ketika kondisi ini tercapai, gerbang AND mengaktifkan sinyal reset semua flip-flop ke 0.
Sirkuit reset aktif saat nilai mencapai 10, mencegah counter naik ke 11–15. Cocok digunakan untuk counter desimal digital seperti jam digital atau kalkulator.
Sebuah four-bit synchronous counter dirancang menggunakan JK flip-flop. Setiap flip-flop diberi sinyal clock yang sama secara paralel. Diketahui bahwa:
-
Flip-flop ke-0 (FF₀) memiliki input J₀ = K₀ = 1
-
Flip-flop ke-1 (FF₁) memiliki input J₁ = K₁ = Q₀
-
Flip-flop ke-2 (FF₂) memiliki input J₂ = K₂ = Q₀ ∙ Q₁
-
Flip-flop ke-3 (FF₃) memiliki input J₃ = K₃ = Q₀ ∙ Q₁ ∙ Q₂
Jawablah pertanyaan berikut:
-
Apa nama jenis counter yang dibentuk berdasarkan deskripsi tersebut?
-
Berapa jumlah maksimum keadaan (state) yang dapat dihasilkan oleh counter ini?
-
Tunjukkan urutan output biner yang dihasilkan mulai dari keadaan awal 0000 sampai counter melakukan reset secara otomatis.
-
Apakah counter ini menggunakan reset otomatis? Jelaskan alasannya.
-
Jika counter menerima 18 pulsa clock, berapa isi outputnya saat ini (dalam biner dan desimal)?
Kunci Jawaban
-
Jenis Counter:
Ini adalah Four-bit Synchronous Up Counter. -
Jumlah Keadaan:
Karena 4 bit → 2⁴ = 16 keadaan (0000 hingga 1111) -
Urutan Output:
0000, 0001, 0010, ..., 1111 → total 16 keadaan -
Reset Otomatis:
Tidak. Tidak ada sinyal reset atau kondisi pembatas (seperti deteksi 1010), maka counter terus menghitung secara berulang dari 0000 hingga 1111 dan kembali ke 0000. -
Output Setelah 18 Clock:
Karena 16 state → counter akan berulang setiap 16 clock
18 mod 16 = 2
Maka output = keadaan ke-2 → 0010 = 2 desimal
Apa karakteristik utama dari sebuah synchronous counter?
A. Setiap flip-flop dipicu oleh output flip-flop sebelumnya
B. Flip-flop diaktifkan secara acak
C. Semua flip-flop dipicu oleh clock yang sama secara bersamaan
D. Output counter selalu tetap walaupun ada clock
Jawaban: ✅ C
Penjelasan:
Dalam synchronous counter, semua flip-flop menerima sinyal clock secara serempak, sehingga bekerja secara sinkron.
Berapa banyak kombinasi keadaan yang dapat dihasilkan oleh four-bit synchronous counter?
A. 4
B. 8
C. 16
D. 32
Jawaban: ✅ C
Penjelasan:
Four-bit = 2⁴ = 16 kemungkinan kombinasi biner dari 0000 sampai 1111.
Pertanyaan:
Jika sebuah four-bit synchronous up counter berada pada keadaan awal 1100 dan menerima 3 pulsa clock, berapa nilai output berikutnya?
A. 1110
B. 1111
C. 0000
D. 0001
Jawaban: ✅ B
Penjelasan:
1100 (12 desimal) + 3 = 15 → dalam biner: 1111



Tidak ada komentar:
Posting Komentar